Arti Pulang Kampung Buat Seorang Dyah

20 Jul 2010

Sebentar lagi Ramadhan trus habis itu pastinya Lebaran. Semua orang yang merantau biasanya memanfaatkan momen Lebaran untuk pulang kampung alias mudik. Bahkan mereka sudah jauh-jauh hari memesan tiket entah pesawat, bus malam atau kereta api, agar tak ketinggalan momen penuh makna tersebut. Momen yang dianggap pas untuk kumpul keluarga dan saling memaafkan. Padahal sih kalau cuma mau minta maaf aja kan ga perlu nunggu Lebaran kan?

Sebagai anak rantau yang sudah hampir dua tahun ga mudik, tahun ini Insyaallah saya dan keluarga saya akan mudik. Ya ke kampung saya di Ngawi, dan tentu saja ke rumah mertua di Probolinggo. Biasanya sih saya ga pernah mudik pas Lebaran. Soalnya biasanya semua kendaraan penuh sesak. Kasihan aja anak-anak kalu harus ikut berdesakan. Tapi entahlah, kali ini kami pengen banget merasakan suasana Lebaran di kampung halaman kami.

Nah…bicara soal mudik alias pulang kampung, mau tahu ga sih, apa arti pulkam bagi seorang Dyah?Yang akan saya bahas adalah pulang kampung ke Ngawi, kota kelahiran saya…

Pertama, pulkam berarti ketemu orang-orang tersayang. Ketemu bapak, kakak saya, kakak ipar dan keponakan yang selama ini cuma saya lihat fotonya aja. Itupun foto waktu baru lahir. Sekarang usianya sudah 8 bulan. Kebayang sudah betapa lucunya. Terus, kali ini saya juga bakal mempertemukan Zahra dengan Eyang kakungnya. Kalo Rani sih udah dua kali pulkam, Zahra dua tahun lalu masih di perut, dan sekaranglah kesempatan pertama untuk ketemu Eyang, Pak Dhe, Bu Dhe dan sepupunya. Kebayang deh ramenya rumah bapak karena penuh anak-anak kecil…

Kedua, pulkam adalah saat untuk ziarah ke makam ibu, nenek serta kakek saya. Mendoakan mereka memang bisa di mana saja. Tapi membersihkan makam, mengirimkan Fatihah dan mendoakan di depan makam mereka akan beda rasanya.

Pulkam juga berarti wisata kuliner. Makanan khas Ngawi seperti pecel, tempe kripik, geti dan buanyak lagi makanan favorit yang patut dijajal. Sebenarnya sih, makanan macam itu banyak di Banjarmasin. Tapi menikmatinya di kampung halaman akan sangat terasa sensasinya. Seperti kalau kita makan Empek-empek, di Palembang dan di tempat lain pasti beda rasanya..

Pulkam berarti bisa requeast masakan ke Yu Ti. Kalau selama di Banjarmasin saya pontang-panting masak sendiri, di rumah saya tinggal request ke Yu Ti. Yah lumayan lah sejenak meninggalkan rutinitas yang bikin ST 12(Stress Tingkat 12). Dan asal tahu saja, karena Yu Ti itu murid teladan ibu saya, jadi masakannya memiliki rasa yang persis sama dengan bikinan ibu. Pokokna mah, ilmunya sudah diturunkan semua ke Yu Ti. So, saya tinggal pesen.

Pulkam juga berarti ketemu teman-teman lama, SMP atau SMA. Memang, kadang ga bisa ketemu langsung. Tapi ngobrol beberapa menit via telpon lokal akan sangat terasa……ngiritnya dibanding pake hp. Tekor boo! Meskipun sebelum balik ke Banjarmasin mesti itung-itungan dulu sama bapak, berap pulsa yang harus saya ganti….hehe..Ada sih beberapa yang masih bisa ketemuan, dan biasanya acaranya adalah ngobrolin anak. Habis udah pada punya anak semua…

Satu lagi arti pulang kampung dan ini justru yang saya tunggu-tunggu. Pulang kampung berarti BERHENTI PAKE BAHASA INDONESIA. Habis capek! Ngomong sama siapa aja di Banjarmasin pasti pake bahasa Indonesia. Padahal seringkali ada kata dalam bahasa Jawa atau daerah lain yang ga ada Bahasa Indonesianya. Atau kalau ada kata-katanya kepanjangan. Kan capek. Apalagi saya keluarga muti kultur yang mau ga mau, suka ga suka harus pake bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Kecuali sama ayah yang bisa bahasa Jawa gaya Suroboyoan…Jadi pulkam artinya…ngomong pake Bahasa Jawa…..Merdekaaa banget rasanya…

Tapi ada sedihnya juga….karena pulkam berarti ga bisa blogging. Di rumah Ngawi ga ada koneksi internet. Apalagi di kampung mertua saya…..sedih deh hiks…Tapi ga papa. Kalau lama pulkamnya, berarti makin banyak oleh2 postingnya…Iya kan…?

Trus…apa sih arti pulang kampung buat sobat semua…?


TAGS pulang kampung mudik Ngawi Probolinggo


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post